Rabu, 30 November 2016

Jagalah Masa Kayamu Sebelum Datang Masa Miskinmu

Dalam kesalahan bermasyarakat, kita tentu tidak akan lepas dari interaksi dan kontak sosial. Ada atasan dan bawahan, serta ada tuan tanah dan buruh, semuanya itu hadir sebagai antonim dalam kehidupan. Sudah lumrah bahwa yang kaya mempekerjakan yang miskin agar mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini akan berjalan harmonis jika dibangun atas dasar saling memahami dan menghargai, serta tidak saling mengunggulkan.

Namun, masalah akan muncul bilamana sebagian dari kita "gila hormat". Munculnya hal tersebut bisa merembet pula ke hal-hal lain, misalnya bersikap sok dihadapan orang lain. Tak dapat dipungkiri bahwa diantara sekian banyak orang yang berharta, pasti salah satunya ada yang "gila hormat". Menurutnya, karena jubelan harta yang melingkupi kehidupannya sangatlah melimpah, maka hal tersebut menjadikan dirinya bangga, senang dimuliakan sehingga menuntut orang lain harus menghormatinya.

Bahkan, dalam keseharian, orang yang "gila hormat" selalu menunjukkan sikap yang seolah-olah dirimya haus pemberian "nilai tinggi" terhadap dirinya. Padahal jika bersikap biasa saja, menghargai orang lain, dan suka membantu, maka rasa hormat orang lain akan muncul dengan sendirinya.
Sebenarnya, kita tidak perlu mencari perhatian atau meminta penghormatan dari orang lain. Cukuplah harta itu menjadi saksi bahwa kita adalah manusia, yang mekipun tanpa itu semua, kita bisa memiliki kehormatan, jika mampu berbuat baik kepada orang lain.

Bagaimana jika penduduk suatu negeri semuanya gila hormat? Al-Farabi mengatakan negeri yang tidak baik itu memiliki banyak macam. Misalnya, negeri ysng fasik, negeri yang bodoh dan sesat.
Jika harta telah menghiasi hari-hari kita, lebih jadikanlah itu sebagai sarana untuk menyempurnakan kehidupan dan urusan dengan Allah SWT., dalam arti memanfaatkan harta itu demi kepentingan duniawi dan ukhwari. Lebih baik kita terhormat di sisi-Nya daripada dmata sesama manusia. Meraih nilai-nilai kehormatanmu melalui ibadah, amal, serta kebaikan yang meluas dan menyeluruh, itu lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar